Ilustrasi Vaksin

Jakarta – Indonesia merupakan salah satu negara strategis bagi para investor karena memiliki pangsa pasar yang besar. Selain pertumbuhan ekonomi yang pesat, kemudahan dalam regulasi membuat sejumlah industri tumbuh pesat.

Salah satu industri yang tumbuh dengan pesat adalah e-commerce. Sudah barang tentu, meroketnya angka pertumbuhan industri e-commerce berbanding lurus dengan permintaan akan jasa ekspedisi dan pengiriman paket yang aman, nyaman dan cepat.

Populix, platform market research yang menjadi rujukan pelaku usaha dalam mencari tahu kebutuhan pasar dengan jutaan responden di berbagai wilayah di Indonesia, melakukan survei terkait tren jasa ekspedisi dan pengiriman barang.

Dari 5920 responden, 44 persen di antaranya melakukan aktivitas belanja online setidaknya sekali dalam sebulan. Sementara, 17 persen respoden menyatakan seminggu lebih dari satu kali berbelanja online. Umumnya, para responden tersebut memanfaatkan jasa pengiriman untuk mendapatkan barang belanjaanya.

Menariknya, terutama selama masa pandemi, persaingan antar perusahaan jasa pengiriman barang sangat ketat. Bahkan, perusahaan yang terbilang ‘pemain baru’ dalam industri jasa pengirman barang bisa bersaing dan menjadi leader.

Banyak faktor yang pertimbangan utama konsumen dalam memilih jasa kurir pengiriman barang. Waktu delivery yang cepat dan biaya pengiriman yang terjangkau menjadi alasan utama konsumen dalam memilih kurir. Sebab, sejumlah 57 persen responden mengeluhkan soal keterlambatan pengiriman.

“Keluhan mayoritas konsumen adalah pengiriman barang pesanan atau paket mereka seringkali telat sampai tujuan. Dan ini berpengaruh pada reputasi perusahaan pengiriman barang itu sendiri,” kata Jessica menegaskan.

Selain kecepatan dan biaya murah, sambung Jessica, ada pula faktor lain yang ternyata disukai oleh konsumen. Populix mengidentifikasi ada sejumlah konsumen yang mengharapkan garansi keamanan barang dan pengiriman paket yang bisa tetap dilakukan pada hari libur. Selain itu, mereka juga berharap layanan ekspedisi dapat menjangkau pelosok, tidak hanya terbatas pada kota-kota besar saja.

Dengan data dan survei tersebut, setidaknya para pelaku jasa pengiriman barang bisa lebih jeli dalam memperbaiki layanannya. Sementara pengguna, harus selektif dalam memilih jasa pengiriman yang sesuai kebutuhan.

https://www.liputan6.com/bisnis/read/4476920/intip-tren-jasa-pengiriman-barang-di-masa-pandemi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *