Ilustrasi Polisi

Sat Resnarkoba Polres Probolinggo meringkus 2 pengedar obat-obatan keras berbahaya berupa Pil Koplo, jenis Trihexyphenidyl dan Dextromethorphan, pada Sabtu 3 Juni 2023, sekitar pukul 08.00 WIB.

Keduanya, yakni Hendri Bachtiar (26) warga Kelurahan Kraksaan Wetan dan Muhammad Imron (29) warga Desa Kandangjati Kulon, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

Kasat Resnarkoba Polres Probolinggo, AKP Ahmad Jayadi mengatakan, terungkapnya peredaran jual beli pil koplo tersebut, berawal adanya informasi tentang pengiriman paket berisi ribuan pil koplo. Sejumlah pil koplo tersebut, rencananya dikirimkan lewat salah satu kantor jasa pengiriman paket.

Menindaklanjuti itu, petugas kemudian mendatangi lokasi kantor jasa pengiriman paket dimaksud. Dan saat dilakukan penggeledahan oleh petugas, ditemukan dua kardus masing-masing berisi Pil Koplo jenis Trihexyphenidyl dan Dextromethorphan.

Di situ petugas kemudian mengecek alamat yang dituju dari paket tersebut, dan diketahui dikirimkan ke wilayah Kecamatan Kraksaan. Petugas kemudian berkoordinasi dengan pihak kurir setempat, guna mengantarkan paket itu ke alamat tujuan.

“Saat diantarkan itu, diketahui paket dikirimkan ke rumah Hendrik. Setelah paket diterima, petugas yang sebelumnya telah melakukan pengintaian, langsung membekuk Hendrik di rumahnya,”terang Jayadi.

Saat diintrogasi, Hendrik mengakui kalau paket itu merupakan miliknya, dan milik temannya Imron. Tak Butuh waktu lama, petugas kemudian bergeser ke rumah Imron dan melakukan penangkapan.

Dari penangkapan itu, diketahui paket milik Hendrik berisi 32 butir Pil Koplo warna kuning jenis Dextromethorphan dan 2 butir Pil Koplo jenis Trihexyphenidyl. Kemudian paket milik Imron, berisi 4 butir Pil Koplo jenis Trihexyphenidyl dan 2 butir Pil Koplo Dextromethorphan.

“Kami terus melakukan pengembangan, atas kasus peredaran obat keras berbahaya ini, termasuk mencari bandarnya,”tegas Jayadi.

Sementara, guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, kedua pelaku bakal dijerat undang-undang kesehatan, dengan ancaman maksimal 15 tahun kurungan penjara dan denda Rp 1,5 juta.

sumber: https://jatimnet.com/polisi-ringkus-dua-pengedar-pil-koplo-bermodus-jasa-pengiriman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *