Jasa Ekspedisi Penggerak Pertumbuhan E-commerce di Indonesia

Naiknya Impor Barang dari China Membuat Bea Cukai Sulit Lakukan Pengawasan

Perkembangan e-commerce telah membawa dampak signifikan pada aktivitas impor di Indonesia. Lonjakan impor, terutama dari China, dan perubahan metode pengiriman menjadi tantangan bagi Bea Cukai dalam melakukan pengawasan yang efektif.

Dampak Lonjakan Impor:

  • Jumlah consignment note: Meningkat dari 5 juta pada 2018 menjadi 60 juta pada 2022.
  • Metode pengiriman: Lebih banyak barang diangkut melalui jalur udara dibandingkan dengan kapal kargo.
  • Kesulitan Bea Cukai: Sulit melakukan pemeriksaan fisik terhadap setiap barang.

Upaya Bea Cukai:

  • Menerapkan manajemen risiko: Menentukan barang-barang mana yang harus diperiksa lebih ketat.
  • Melindungi UMKM: Menghindari dampak barang murah dari luar negeri terhadap UMKM dalam negeri.

Peraturan Baru Kemendag:

  • Permendag Nomor 31 Tahun 2023: Mengatur aktivitas impor, khususnya daftar barang yang boleh diimpor langsung ke Indonesia melalui platform e-commerce.
  • Kewajiban pedagang dan platform e-commerce: Menampilkan dan memperdagangkan bukti pemenuhan standardisasi barang, seperti SNI, halal, dan izin BPOM.

Proses Pemeriksaan Barang Impor:

  • Pra pemeriksaan: Penerbitan SPJM, persiapan barang, dan IP.
  • Pemeriksaan fisik: Pemeriksaan dokumen pabean, segel peti kemas, penghitungan jumlah dan jenis kemasan, dan pembukaan kemasan.
  • Pasca pemeriksaan: Pembuatan berita acara dan laporan hasil pemeriksaan fisik.

Tantangan dan Komitmen Bea Cukai:

  • Menjaga integritas proses impor.
  • Melindungi kepentingan UMKM dalam negeri.
  • Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengawasan.

Add a Comment

Your email address will not be published.

Eksplorasi konten lain dari Baraka Express | Ekspedisi Cargo Barang Berat

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca