Ilustrasi Polisi

Kapolresta: Kopi kerap dijadikan modus pengiriman narkoba

Kopi, salah satu komoditas terkenal dari Aceh, kini disalahgunakan sebagai modus baru untuk menyelundupkan narkoba. Kapolda Banda Aceh, Kombes Pol Fahmi Irwan Ramli, mengungkapkan bahwa modus ini sudah mulai tren dan berkembang akhir-akhir ini.

Modus Operandi:

  • Pelaku berpura-pura menjual kopi Aceh yang dikirim melalui jasa ekspedisi.
  • Narkoba, seperti sabu-sabu, disembunyikan di dalam kemasan kopi.
  • Hal ini dilakukan untuk mengelabui petugas dan menghindari pemeriksaan.

Kasus Terbaru:

  • Petugas Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang Aceh Besar berhasil menggagalkan pengiriman 10,4 kg sabu-sabu yang disembunyikan dalam kemasan kopi.
  • Sabu-sabu tersebut dibungkus dengan plastik dan dimasukkan ke dalam karung kopi.
  • Petugas curiga setelah melihat hasil scan X-ray dan langsung melakukan pemeriksaan.

Upaya Pencegahan:

  • Koordinasi antara pihak kepolisian, bandara, dan jasa pengiriman barang.
  • Pemeriksaan yang lebih ketat terhadap barang-barang yang dikirim melalui jasa ekspedisi.
  • Sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha jasa pengiriman barang tentang modus baru ini.

Dampak:

  • Modus baru ini dapat membahayakan masyarakat dan merusak citra kopi Aceh.
  • Peningkatan kasus penyalahgunaan narkoba di Aceh.
  • Kerugian bagi para pengusaha kopi Aceh yang jujur.

Solusi:

  • Penerapan teknologi canggih untuk mendeteksi narkoba.
  • Peningkatan edukasi dan kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba.
  • Penegakan hukum yang tegas bagi para pelaku penyelundupan narkoba.

Kesimpulan:

Modus baru penyelundupan narkoba dengan menggunakan kopi harus menjadi perhatian serius semua pihak. Diperlukan upaya bersama untuk mencegah dan memberantas peredaran narkoba di Aceh.

Add a Comment

Your email address will not be published.

Eksplorasi konten lain dari Baraka Express | Ekspedisi Cargo Barang Berat

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca