Ilustrasi Kontainer

Bea Cukai Ungkap Barang Kiriman Melonjak Jadi 60 Juta, Dominan dari China

Biaya Pengiriman Antardaerah Lebih Mahal Dibanding Ekspor: Tantangan dan Solusi

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengungkapkan bahwa biaya pengiriman antardaerah di Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan ongkos ekspor barang ke luar negeri. Hal ini menjadi tantangan yang perlu diatasi untuk mencapai integrasi ekonomi nasional dan global sesuai dengan visi Indonesia Emas 2045.

Fakta dan Data:

  • Biaya logistik domestik di Indonesia mencapai 14,1% dari PDB (2022).
  • Biaya logistik ekspor barang ke luar negeri: 8,9% dari PDB.
  • Komponen biaya logistik:
    • Transportasi & penanganan kargo: 45,3%.
    • Pergudangan: 22,5%.
    • Persediaan: 14,6%.
    • Administrasi: 17,6%.

Faktor Penyebab:

  • Skala ekonomi rendah: operasi logistik menggunakan kapal kecil, muatan rendah, ongkos angkut mahal.
  • Infrastruktur dan layanan pelabuhan domestik belum optimal: tidak mampu menampung kapal besar, kawasan ekonomi terbatas.
  • Rute konsolidasi (loop) belum optimal: ketimpangan muatan, sarana dan fasilitas pelabuhan tidak merata.

Target dan Strategi Pemerintah:

  • Menurunkan biaya logistik nasional ke kisaran 9% hingga 2045.
  • Strategi:
    • Penguatan logistik nasional:
      • Meningkatkan teknologi digital.
      • Meningkatkan kualitas SDM.
      • Menciptakan ekosistem yang efisien.
      • Memperkuat kelembagaan logistik.
    • Integrasi konektivitas intra dan antarkawasan.
    • Memperkuat partisipasi Indonesia dalam rantai pasok global.
    • Meningkatkan keterkaitan ekonomi antar pusat-pusat pertumbuhan.
    • Meningkatkan pangsa ekspor barang dan jasa bernilai tambah tinggi.
    • Memperkuat kualitas dan kuantitas infrastruktur konektivitas darat, laut, dan udara.
    • Menciptakan pusat pertumbuhan baru.
    • Memperkuat daya untuk pusat pertumbuhan existing.

Dampak dan Solusi:

  • Biaya logistik tinggi: menghambat daya saing produk domestik, membebani konsumen.
  • Solusi:
    • Meningkatkan skala ekonomi: mendorong penggunaan kapal besar, meningkatkan muatan.
    • Memperkuat infrastruktur dan layanan pelabuhan: meningkatkan kapasitas pelabuhan, membangun kawasan ekonomi baru.
    • Optimalisasi rute konsolidasi (loop): meminimalisir ketimpangan muatan, meningkatkan keseragaman sarana dan fasilitas pelabuhan.
    • Kolaborasi dan digitalisasi: meningkatkan kerjasama antar pelaku logistik, memanfaatkan teknologi digital untuk optimasi rantai pasokan.

Kesimpulan:

Biaya logistik yang tinggi merupakan salah satu hambatan utama dalam mencapai tujuan pembangunan nasional. Diperlukan upaya serius dan terintegrasi dari pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk mengatasi permasalahan ini. Dengan menurunkan biaya logistik, daya saing produk domestik akan meningkat, ekonomi nasional akan tumbuh lebih pesat, dan kesejahteraan masyarakat akan meningkat.

Add a Comment

Your email address will not be published.

Eksplorasi konten lain dari Baraka Express | Ekspedisi Cargo Barang Berat

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca